RSS

Analisis Dampak Penerapan PSAK No. 16, 46, 50, 55 dan 60 (Revisi 2010-2011) terhadap Laporan Keuangan PT. Lippo Karawaci Tahun 2011-2012

05 May

Nama               : Yusuf Fadillah

NPM               : 28210800

Kelas               : 4EB09

Mata Kuliah    : Akuntansi Internasional

Tentang PT Lippo Karawaci Tbk

https://i2.wp.com/www.jobstreet.co.id/logos/agenalogos/lippo_karawaci_copy1.jpg

PT Lippo Karawaci Tbk (pertama kali didirikan sebagai PT Tunggal Reksakencana) didirikan pada Oktober sebagai anak perusahaan grup Lippo. Pada bulan Januari 1993, Lippo Karawaci meresmikan pembangunan kota mandiri pertamanya Lippo Village di Karawaci, Tangerang, yang terletak 30km sebelah barat Jakarta. Pada tahun yang sama, Perseroan mulai mengembangkan Lippo Cikarang, sebuah kota mandiri dengan kawasan industri ringan yang yang terletak 40km sebelah timur Jakarta. Selanjutnya Lippo Karawaci mengembangkan kota mandiri Tanjung Bunga di Makasar, Sulawesi Selatan pada tahun 1997.

Melalui penggabungan delapan perusahaan properti terkait pada tahun 2004, Lippo Karawaci mengembangkan portofolio usahanya mencakup Urban Development, Large Scale Integrated Development, Retail Malls, Hospitals, Hotels & Leisure serta Fee-based Income.

 

PSAK No. 16 Aset Tetap

Pengertian Aset Tetap

Aset tetap seringkali merupakan komponen yang signifikan dalam Neraca Perusahaan. Aset Tetap bersifat tangible dan digunakan dalam jangka panjang.

Dalam PSAK 16 definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang:

  1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
  2. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Berdasarkan definisi di atas, pengertian aset tetap mencakup :

  1. Tujuan penggunaan
  2. Lama digunakan.

 

Dampak Penerapan PSAK no. 16 (Revisi 2011) pada PT Lippo Karawaci yaitu :

Penerapan PSAK no. 16 (Revisi 2011) ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pada laporan keuangan. Hanya pada saat pengakuan awal asset tetap dinilai sebesar harga perolehan. Setelah pengakuan awal, asset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, Asset tetap PT. Lippo Karawaci yang tercatat pada 1 Januari 2011/31 Desember 2010 sebesar Rp. 1.206.374.544.429, pada 31 Desember 2011 mengalami peningkatan nilai asset tetap yaitu Rp. 1.556.124.819.331 dan pada 31 Desember 2012 Asset tetap menunjukan peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp. 2.222.377.300.854.

untuk jumlah aset dari tahun 2011 sampai tahun 2012 mengalami kenaikan, hal ini di pengaruhi peningkatan Aset tetap, namun tanah untuk pengembangan yang pada awalnya yaitu tahun 2011 sebesar Rp. 987.757.345.136 mengalami penurunan pada tahun 2012 yang hanya berjumlah Rp. 929.483.420.264. tetapi tidak mempengaruhi terhadap jumlah Aset perusahaan yang mengalami kenaikan setiap tahunnya.

 

PSAK No. 46 Akuntansi Pajak Penghasilan

Pengertian Akuntansi Pajak Penghasilan (PSAK No.46 Revisi 2010)

Untuk tujuan Pernyataan ini, pajak penghasilan termasuk semua pajak dalam negeri dan luar negeri yang didasarkan pada laba kena pajak. Pajak penghasilan juga termasuk pajak-pajak, seperti pemotongan pajak (atas distribusi kepada entitas pelapor) yang terutang oleh entitas anak, entitas asosiasi, atau ventura pengaturan bersama.

 

Dampak Penerapan PSAK No 46 (Revisi 2010) pada PT Lippo Karawaci yaitu:

Penerapan PSAK ini tidak menimbulkan perubahan yang besar terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pelaporan keuangan. Yaitu pada asset dan liabilitas penghasilan tangguhan dapataling hapus apabilaterdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara asset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila asset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan. Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi komprehensif periode berjalan, kecuali diajukan keberatan/banding. Jumlah tambahan pokok dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi criteria pengakuan asset.

Pada laporan keuangan PT Lippo karawaci tahun 2012 beban pajak penghasilan yang tercatat sebesar Rp. 254.241.267.447 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2011 yang hanya sebesar Rp. 170.715.956.132, hal ini di karenakan kenaikan laba yang di peroleh perusahaan dalam jangka waktu satu tahun, sehingga jumlah laba bersih setelah pajak mengalami peningkatan yang cukup signifikan

 

PSAK No. 50 (Instrumen Keuangan : Penyajian), 55 (Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran), dan 60 (Instrumen Keuangan : Pengungkapan), Revisi 2010-2011

Pengertian PSAK No. 50 (Instrumen Keuangan : Penyajian)

Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika:

  • Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan, atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan; dan
  • Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas, instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi, atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk termasuk rights, opsi, dan waran pro rata kepada semua pemilik, tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan, puttable instruments, dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi).

Pengertian PSAK No. 55 (Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran)

 

pernyataan ini adalah untuk mengatur prinsipprinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. Persyaratan penyajian informasi instrumen keuangan diatur dalam PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan Penyajian.

 

Pengertian PSAK No. 60 (Instrumen Keuangan : Pengungkapan)

Mengatur tentang pengungkapan metode dan asumsi yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar un­tuk setiap kelompok aset keuangan atau liabilitas keuangan, PSAK 60 (2010) mengecualikan penyertaan pada entitas anak, enti­tas asosiasi, atau ventura bersama. Pengaturan penyertaan pada entitas anak, entitas asosiasi, atau ventura

 

Dampak penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2010), PSAK No. 55 (Revisi 2011), dan PSAK No. 60 pada PT Lippo Karawaci yaitu:

Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pada pelaporan keuangan perusahaan. Pada saat pengakuan awal asset keuangan diklasifikasikan sebagai salh satu dari asset keuangan yang dihitung berdasarkan nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang. Investasi dimiliki hingga jatuh tempo dan asset keuangan tersedia untuk dijual, mana yang sesuai. Perusahaan menetapkan klasifikasi asset keuangan setelah pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai akan dilakukan evaluasi atas klasifikasi ini pada setiap akhir tahun keuangan.

Pada laporan keuangan 2012 Nilai kas dan setara kas sebesar Rp. 3.337.357.407.919 Piutang lain-lain (pihak berelasi Non-Usaha Rp 11.460.650.042), asset tidak lancar lainnya Rp. 402.631.259.780 hutang usaha (Pihak ketiga Rp. 575.701.267.461-), beban akrual Rp. 487.335.826.278 hutang lain – lain (pihak krtiga Rp. 591.205.993.335dan pihak berelasi Rp. 3.171.020.453), liabilitas imbalan kerja jangka pendek Rp. 6.326.397.455 mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrument keuangan tersebut.

Nilai wajar pada pinjaman kepada pihak yang berelasi Non-Usaha sebesar Rp. 3.188.994.396pinjaman bank jangka pendek Rp. 4.853.583.896 dan pinjaman dari pihak berelasi mendekat mendekati nilai tercatat karena tingkat suku bunganya dinilai secara berkala.

 

 

Sumber :

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-16.pdf

http://tempdata.iaiglobal.or.id/downlot.php?file=ED%20PSAK%2046%20(2013).pdf

http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/Corporate_Actions/New_Info_JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/Audit/LPKR/LPKR_LKT_Des_2011.pdf

http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/Corporate_Actions/New_Info_JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/04_Annual%20Report/2011/LPKR/LPKR_Annual%20Report_2011.pdf

http://mietaolivia.blogspot.com/2014/05/analisis-dampak-penerapan-psak-pada.html

http://yadhieblog.blogspot.com/2011/03/ed-psak-46-revisi-2010-pajak-pendapatan.html

 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: